Kritis atau Apatis ke Diri Sendiri

Penggunaan diksi kritis dan apatis sering kali mengalami penyempitan makna. Di tengah riuhnya media sosial, kritis kerap disempitkan menjadi sekadar keberanian bersuara lantang mengomentari isu hangat. Sebaliknya, diam atau tidak ikut berisik berisiko diartikan sebagai bentuk sikap apatis.

Padahal, jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kritis adalah ketajaman analisis dan usaha menemukan kekeliruan, sementara apatis adalah sikap acuh tak acuh. Tidak ada satu pun klausal dalam definisi tersebut yang mewajibkan objeknya adalah urusan orang lain atau tren yang sedang viral.

Lantas, mengapa kita jarang mengarahkan kedua diksi ini ke dalam diri sendiri?

Kritis pada diri sendiri (self-critical) adalah keberanian untuk mempertanyakan prinsip yang kita pegang, menguji efektivitas manajemen waktu, serta mengevaluasi perkembangan soft skill dan kapasitas diri. Sudahkah keputusan yang diambil berdasar pada pertimbangan optimal, atau sekadar ikut-ikutan?

Sebaliknya, kita kerap jatuh pada sikap apatis terhadap diri sendiri saat energi dan pikiran habis terkeras untuk memikirkan hal-hal yang berada di luar jangkauan kendali. Kita begitu vokal membedah masalah yang sulit kita intervensi, tetapi justru membiarkan kapasitas diri sendiri jalan di tempat tanpa perbaikan.

Prinsip perenungan ini sejalan dengan pesan dalam Surah Al-Hasyr ayat 18:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah. Hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok. Bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Sebelum sibuk menjadi kritikus bagi dunia luar, bersikaplah kritis terhadap diri sendiri terlebih dahulu. Sebab, perubahan paling nyata dan berdampak selalu dimulai dari dalam.

Tabik,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *