YOGYAKARTA — NU Online Institute bekerja sama dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) DIY dan Pondok Pesantren Nurul Ummah Kotagede Yogyakarta akan menyelenggarakan Pelatihan Media Pesantren dalam rangka Hari Santri Nasional 2026 pada Sabtu–Ahad, 17–18 Oktober 2026. Kegiatan bertema “Menemukan Jalan Dakwah dan Kebaikan Baru: Belajar dari NU Online dan SKENU” ini berlangsung di Aula Gedung Bersama Madrasah Aliyah Nurul Ummah, Kotagede, Yogyakarta.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan santri dalam mengelola media pesantren, mulai dari jurnalistik, kepenulisan digital, pengelolaan media sosial, hingga produksi konten audio-visual dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara bijak. Melalui kegiatan ini, santri diharapkan mampu menarasikan dakwah dan kiprah pesantren secara mandiri, positif, serta kredibel di ruang digital.
Sejumlah narasumber akan berbagi pengalaman dan pengetahuan sesuai bidang masing-masing. Hamzah Sahal akan menyampaikan materi tentang pengembangan literasi pesantren dan pemetaan dakwah pesantren di NU Online. Robin Syihab akan membahas tantangan santri di era agentic AI. Sementara itu, Abdul Rohim akan mengulas proses kreatif SKENU.id dan penyusunan rencana program media pesantren. Pada hari kedua, Vedi Santoso akan membimbing peserta dalam produksi konten audio-visual pesantren.
Selain memperoleh materi, peserta akan mengikuti praktik dan presentasi untuk menyusun rencana program media yang dapat diterapkan di lingkungan pesantren masing-masing. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah untuk memperkuat kemampuan santri dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah, publikasi kegiatan, dan penyebaran informasi positif tentang pesantren.
Pelatihan berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai. Kuota peserta terbatas, hanya untuk 50 orang. Santri dan masyarakat yang berminat dapat mendaftarkan diri melalui tautan berikut:
Pendaftaran Umum:
https://forms.gle/mPK2cBmHmAnokauq5
Pendaftaran Santri PP Nurul Ummah:
https://forms.gle/udKrQTT32JpK4DCq6
Melalui pelatihan ini, santri diharapkan tidak hanya menjadi pengguna media digital, tetapi juga mampu menghasilkan karya dan narasi dakwah yang kreatif, bertanggung jawab, serta relevan dengan perkembangan zaman.
