Tradisi keilmuan Islam di pondok pesantren sesungguhnya telah meletakkan fondasi literasi yang kuat sejak berabad-abad lalu. Namun, di tengah pesatnya arus informasi masa kini, peningkatan budaya literasi agama yang mendalam menjadi semakin krusial untuk membendung maraknya pemahaman radikalisme. Pesan fundamental inilah yang diusung oleh Ali Muhdi, M.S.I., seorang alumni pesantren dan akademisi, dalam bukunya yang berjudul Budaya Literasi di Pesantren: Belajar dari Santri Nurul Ummah Kotagede Jogja.
Buku yang ditulis bersama H. A. Sangid dan diterbitkan oleh Pustaka Ilmu pada tahun 2020 ini menyoroti peran penting pesantren dalam merawat tradisi literasi berbasis keilmuan klasik. Lewat studi kasus di Pondok Pesantren Nurul Ummah (PPNU) Prenggan, Kotagede, Yogyakarta, buku ini membedah bagaimana motivasi, metode pembelajaran kitab kuning, hingga peran pengurus dan santri berkolaborasi menghidupkan ekosistem literasi yang konsisten.
Poin Utama & Sistematika Pembahasan
Penulisan buku ini disusun secara sistematis untuk memberikan pemahaman holistik mengenai literasi pesantren:
- Akar Literasi Islam dan Pesantren: Penulis mengurai konsep literasi agama dari perspektif Islam beserta landasan referensinya. Bagian ini membedah metode pembelajaran kitab kuning, tujuan literasi, serta strategi meningkatkan minat baca masyarakat modern melalui model pendidikan berbasis pesantren.
- Potret Pengelolaan PP Nurul Ummah Kotagede: Menyajikan studi kasus empiris mengenai sejarah berdiri, rekam jejak pengasuh, peta geografis, hingga tata kelola Madrasah Diniyah Nurul Ummah sebagai wadah pembelajaran santri.
- Praktik dan Dinamika Literasi Santri: Menjelaskan dorongan internal santri dalam mendalami literasi, langkah nyata pengembangan budaya membaca/menulis di lingkungan pondok, serta dukungan struktural dari pengurus lembaga.
Profil Penulis: Ali Muhdi, M.Si.
Ali Muhdi lahir di Kebumen pada 25 Februari 1977. Pendidikan agamanya dimulai dari bimbingan orang tua, KH Amin Rosyid dan Ny. Hj. Marti Nuryati, sebelum melanjutkan ke PP Darussa’adah Bulus Kritig (1989). Pada tahun 1995, ia nyantri di PP Nurul Ummah Yogyakarta di bawah asuhan KH. Asyhari Marzuqi sembari menempuh S1 Pendidikan Bahasa Arab di UIN Sunan Kalijaga.
Pendidikan magisternya diselesaikan pada program S2 Pendidikan Islam UIN Sunan Kalijaga tahun 2003. Pengabdiannya di dunia pendidikan terekam dari kiprahnya sebagai pengajar Madrasah Diniyah Nurul Ummah (1999–2007) serta Kepala MTs Nurul Ummah (2005–2007). Sejak tahun 2008 hingga saat ini, ia aktif berkiprah sebagai dosen di UIN Saifuddin Zuhri Purwokerto.
Buku ini menjadi karya berharga yang memadukan pengalaman akademis dan spiritual sang penulis. Bagi masyarakat yang ingin membaca dan mempelajari karya ini, buku Budaya Literasi di Pesantren dapat diakses secara digital melalui aplikasi iPusnas.
Link baca di aplikasi Ipusnas: https://ipusnas.perpusnas.go.id/book/936893a4-0406-4ac4-adaf-605deb2ecb06/789493d9-4f7c-48d1-ad32-e2c120461f68
| Kriteria | Keterangan |
|---|---|
| Judul | Budaya literasi di pesantren : belajar dari santri Nurul Ummah Kotagede Jogja / H. Ahmad Sangid, B.Ed, MA., Ali Muhdi ; editor, Ali Iqbal |
| Pengarang | Ahmad Sangid, 1970- Haji (penulis) Ali Muhdi (penulis) |
| Edisi | Yogyakarta : Pustaka Ilmu, 2020 © 2020 |
| Deskripsi Fisik | x, 138 halaman : ilustrasi ; 21 cm |
| Jenis Isi | teks |
| ISBN | 978-623-7066-36-1 |
| Subjek | Literasi Pondok pesantren Pendidikan Islam |
| Abstrak | Budaya literasi di pesantren pada dasarnya sudah terbangun dengan tradisi keilmuan yang diajarkan sejak berabad-abad lampau. Namun rendahnya literasi tentang agama yang membuat masyarakat masa kini kurang meneladani cara hidup dan beragama sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, maka gerakan literasi yang istiqomah di pesantren kini menjadi penting untuk digelorakan kembali guna mengimbangi atau menghalau promosi ideologi radikalisme yang marak terjadi. |
| Bahasa | Indonesia |
| Bentuk Karya | Bukan fiksi |
