PP Nurul Ummah Yogyakarta Gelar Orientasi 2026: Bekali 52 Santri Mahasiswa Baru Ruhul Ma’had dan Adaptasi Modern

YOGYAKARTA — Pondok Pesantren Nurul Ummah (PPNU) Yogyakarta sukses menyelenggarakan Orientasi dan Pengenalan Pondok Pesantren Nurul Ummah (OP3NU) 2026 pada Sabtu dan Minggu (26–27 September 2026). Agenda tahunan wajib ini diikuti oleh 52 santri mahasiswa baru—terdiri dari 36 santri putra dan 16 santri putri—guna mengenalkan profil, sejarah, tradisi, kepengurusan, serta nilai-nilai dasar kepesantrenan.

Ketua OP3NU 2026, Risnu Arkhes, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan dua hari ini dipusatkan di PPNU Pusat dan ditutup dengan ziarah serta sowan di kompleks makam Masyayikh, Giriloyo, Imogiri.

Hari Pertama: Penguatan Wawasan dan Tata Kelola Pesantren

Dipusatkan di Masjid Al-Faruq PPNU Pusat pada Sabtu (26/9), agenda diawali dengan registrasi dan pembukaan resmi. Acara kemudian dilanjutkan dengan dua sesi sarasehan utama:

  • Sarasehan 1: Mengangkat tema “Manaqib dan Kenurulummahan” yang disampaikan oleh Munasir Asfar, membedah sejarah dan akar nilai keislamaan di PPNU.
  • Sarasehan 2: Diisi oleh perwakilan Yayasan Pendidikan Bina Putra, Dr. Jeihan Ali Azhar, S.Si., M.E.I., dengan tajuk “Merawat Nilai, Menjawab Zaman: Membentuk Mahasantri Berilmu, Berakhlak, dan Adaptif di Era Perubahan”.

Memasuki sesi siang hingga sore, para santri baru dibekali pemahaman komprehensif terkait tata kelola dan fasilitas pesantren. Pimpinan Pondok PPNU, Muhammad Azka Kaffa, S.Hum., memaparkan sosialisasi lingkungan umum, dilanjutkan penjelasan sistem akademik Madrasah Diniyyah (MDNU) oleh Kepala Madrasah, Bahrun Najja, M.Hum. Rangkaian hari pertama ditutup dengan sosialisasi dari pelbagai divisi internal—seperti Jurnalistik, Keamanan, P2MBS, hingga Sarana dan Prasarana (Sarpras)—guna mendukung kedisiplinan dan aktivitas harian santri.

Hari Kedua: Ziarah Masyayikh dan Sowan Pengasuh

Pada Ahad (27/9), kegiatan difokuskan pada penguatan spiritualitas dan penelusuran sanad keilmuan. Agenda diawali dengan Ziarah Maqbaroh Pendiri PPNU, KH. Asyhari Marzuqi, di kompleks makam pesantren yang dipimpin oleh Lathif Fadhlan Hidayat, S.Pd.

Rombongan kemudian bertolak ke Imogiri untuk melaksanakan Ziarah Makam KH. Marzuqi Romly di Giriloyo dan melaksanakan salat Asar berjamaah di Masjid Ar-Romly. Puncak rangkaian OP3NU 2026 diakhiri dengan sowan ke Ndalem Giriloyo untuk bersilaturahmi dengan Pengasuh PPNU, Romo KH. Ahmad Zabidi Marzuqi, Lc., sekaligus memohon ziyadah doa dan keridaan agar para santri diberikan keberkahan serta kelancaran dalam menimba ilmu.

Menanamkan Ruhul Ma’had di Era Modern

Materi inti yang ditanamkan sepanjang orientasi ini adalah penanaman Ruhul Ma’had (jiwa pesantren) sebagai budaya dasar PPNU. Dua pilar utamanya meliputi konsistensi dalam melaksanakan salat berjamaah dan muthala’ah (mengaji serta mengkaji kitab kuning).

Di samping merawat tradisi luhur seperti gotong royong, musyawarah, dan diskusi, para mahasantri juga didorong untuk tanggap menghadapi tantangan zaman. Pimpinan PP Nurul Ummah, Muhammad Azka Kaffa, S.Hum., menggarisbawahi pentingnya memegang teguh warisan para pendiri.

“Pesan dari Almaghfurlah yang terus digaungkan sejak dulu adalah menjaga jemaah dan muthala’ah. Harapan kami, dawuh tersebut tertanam kuat pada diri santri baru untuk menumbuhkan kembali habit belajar, berdiskusi, dan bermusyawarah. Menyelesaikan madrasah diniyah, mengabdi, lalu membawa nama baik Nurul Ummah untuk menjadi cahaya bagi masyarakat,” tegas Azka.

Melalui gelaran OP3NU 2026 ini, PP Nurul Ummah Yogyakarta berharap para santri mahasiswa baru dapat beradaptasi secara optimal, kokoh dalam beragama, unggul secara akademik, serta siap menjadi generasi penerus yang kontributif bagi agama, bangsa, dan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *