Mengenal Nuzhatul Muttaqin: Syarah Kontemporer Kitab Riyadhush Shalihin

Kitab Nuzhatul Muttaqin

Kitab Riyadhush Shalihin karya Al-Imam Abu Zakariya Muhyiddin Yahya bin Syaraf An-Nawawi merupakan salah satu karya fundamental yang sangat akrab di telinga umat Islam dunia. Kitab ini dikaji secara luas oleh berbagai kalangan, mulai dari masyarakat awam, penuntut ilmu, santri, hingga para akademisi. Keikhlasan sang pengarang serta keberkahan isi kitab ini menjadikannya terus relevan dan dipelajari lintas generasi.

Kitab ini merangkum sekitar 1.898 hadits pilihan dari kitab-kitab shahih dan mu’tamad (dapat dijadikan pegangan utama). Pokok bahasannya menitikberatkan pada penyucian jiwa (tazkiyatun nufus), penyempurnaan akhlak, serta pembentukan nilai-nilai karakter islami. Tidak mengherankan jika Riyadhush Shalihin memberikan dampak spiritual dan perilaku yang sangat mendalam bagi kehidupan kaum muslimin.

Melihat kedudukan penting kitab tersebut, para ulama dari masa ke masa memberikan perhatian khusus melalui penulisan syarah (penjelasan detail). Salah satu karya syarah klasik yang sangat monumental adalah Dalilul Falihin karya Imam Muhammad bin ‘Allan As-Syafi’i al-Makki. Terdiri dari 8 jilid, kitab ini disusun untuk memenuhi kebutuhan literatur dan pemahaman masyarakat pada zamannya.

Seiring perkembangan zaman, hadir sebuah syarah kontemporer yang disusun secara kolaboratif oleh lima ulama Timur Tengah, yaitu Dr. Musthafa Al-Bugha, Dr. Musthafa Sa’id Al-Khin, Syaikh ‘Ali Asy-Syarbaji, Syaikh Muhyiddin Mistu, dan Syaikh Muhammad Amin Luthfi.

Kelima penulis tersebut memiliki rekam jejak akademik dan keilmuan yang mumpuni:

  • Dr. Musthafa Al-Bugha: Lahir di Damaskus pada tahun 1938, menuntaskan pendidikan S1 di Universitas Damaskus, serta meraih gelar Magister dan Doktor dari Universitas Al-Azhar, Kairo. Beliau berpengalaman mengajar di berbagai perguruan tinggi terkemuka, seperti Universitas Yarmouk, Universitas Damaskus, dan Universitas Al-Ulum Al-Islamiyyah di Yordania.
  • Dr. Musthafa Sa’id Al-Khin: Lahir di Damaskus pada tahun 1923, meraih gelar S1 dari Universitas Al-Azhar pada tahun 1949 dan menyelesaikan gelar Doktoralnya pada tahun 1971. Beliau aktif mengedukasi masyarakat melalui penyusunan kurikulum keagamaan di Suriah serta pernah bertugas sebagai pengajar di Fakultas Syariah Universitas Damaskus dan Universitas Imam Muhammad bin Saud di Riyadh, Arab Saudi.
  • Syaikh ‘Ali Asy-Syarbaji: Ulama yang berdedikasi tinggi dalam bidang dakwah dan akademis. Beliau pernah mengabdi sebagai imam dan khatib di bawah naungan Kementerian Wakaf Suriah, serta menjadi pengajar di Universitas Islam Madinah (UIM).
  • Syaikh Muhyiddin Mistu: Pakar pendidikan yang berpengalaman mengajar di berbagai jenjang, mulai dari tingkat dasar, menengah, hingga perguruan tinggi, termasuk di Darul Mu’allimin wal Mu’allimat di Homs dan Damaskus.
  • Syaikh Muhammad Amin Luthfi: Akademisi dan peneliti keislaman yang produktif dalam melahirkan karya-karya tulis ilmiah serta aktif dalam majelis-majelis keilmuan.

Kitab penjelasan ini diberi judul Nuzhatul Muttaqin Syarh Riyadhish Shalihin (Sebab cetakan perdananya diterbitkan oleh Muassasatur Risalah pada tahun 1977 M / 1397 H). Kitab ini menjadi rujukan yang sangat ideal bagi penuntut ilmu masa kini karena disajikan dengan bahasa yang lugas, sistematis, dan relevan dengan dinamika zaman.

Sistematika penulisan kitab ini dirancang secara praktis dan terstruktur:

  • Kosa Kata (Gharibul Hadits): Menguraikan makna kata-kata yang sulit atau asing di awal penjelasan hadits untuk memberikan pemahaman dasar secara linguistik.
  • Poin-Poin Faedah (Fawaid al-Hadits): Menjabarkan hikmah, hukum, dan petunjuk praktis dari hadis secara berurutan agar lebih mudah dipahami dan diamalkan.
  • Kritik Sanad dan Matan: Memberikan catatan kritis atau koreksi ringkas mengenai derajat keabsahan hadits apabila diperlukan.

Mengingat signifikansi dan kemudahan yang ditawarkan oleh kitab Nuzhatul Muttaqin, kami berencana menyajikan kajian berseri yang membedah isi kitab ini bab demi bab secara bertahap. Harapannya, ulasan ini dapat menjadi panduan praktis bagi kita semua dalam menata kehidupan sesuai dengan tuntunan Allah SWT dan Rasul-Nya. Wallahu a’lam bish-shawab.


Penulis: Muhammad Rikza Al Umami, S.Sos. (Pengurus PP Nurul Ummah Yogyakarta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *