Jaga Tradisi Keilmuan, MD Nurul Ummah Perkuat Kualitas Risalah dengan Melibatkan Akademisi

Tradisi penulisan Risalah di Madrasah Diniyah (MD) Nurul Ummah Kotagede terus dipertahankan dan dikembangkan sebagai bagian penting dari pendidikan santri. Memasuki tahun ajaran 2026–2027, MD Nurul Ummah memperkuat kualitas Risalah dengan melibatkan para pembimbing yang kompeten di bidangnya, termasuk akademisi bergelar doktor. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga warisan keilmuan pesantren sekaligus mengintegrasikan kajian kitab-kitab klasik (turats) dengan perspektif akademik modern agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Bagi MD Nurul Ummah, Risalah bukan sekadar tugas akhir yang harus diselesaikan santri sebagai syarat kelulusan. Tradisi ini merupakan warisan intelektual yang dirintis oleh pendiri Pondok Pesantren Nurul Ummah, KH. Asyhari Marzuqi. Dari generasi ke generasi, Risalah menjadi ruang bagi santri untuk mengembangkan pemahaman terhadap kitab kuning, mengolah pemikiran keagamaan, serta menuangkannya secara sistematis dalam bentuk karya tulis.

Warisan tersebut perlu dijaga agar tidak berhenti sebagai tradisi yang diwariskan, tetapi terus hidup dan memberikan manfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Mempertahankan Risalah bukan berarti mempertahankan bentuk penulisan yang sama dari waktu ke waktu. Sebaliknya, tradisi ini perlu terus dikembangkan dengan memperkaya pendekatan dan metodologi kajiannya, tanpa kehilangan akar keilmuan pesantren yang menjadi fondasinya.

Mengintegrasikan Kajian Turats dan Perspektif Akademik Modern

Selama ini, kajian turats menjadi salah satu fokus utama pembelajaran di MD Nurul Ummah. Melalui pendalaman kitab kuning, santri dibekali pemahaman terhadap khazanah keilmuan Islam yang diwariskan para ulama. Bekal tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun tradisi intelektual pesantren.

Namun, di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan dinamika persoalan masyarakat, pemahaman terhadap teks-teks klasik perlu diperkuat dengan perspektif akademik modern. Integrasi ini bukan untuk menggantikan tradisi keilmuan pesantren, melainkan memperkaya cara santri membaca, menganalisis, dan mengontekstualisasikan pemikiran para ulama dalam menjawab persoalan kontemporer.

Atas dasar itu, penulisan Risalah diarahkan tidak hanya pada penguasaan materi keagamaan, tetapi juga pada penguatan metodologi penelitian, ketajaman analisis, serta kemampuan menyusun argumen secara sistematis. Santri diharapkan mampu menghubungkan kedalaman pemahaman terhadap turats dengan pendekatan ilmiah yang sesuai dengan kebutuhan kajian masa kini.

Melalui pendekatan tersebut, Risalah berpeluang berkembang dari karya tulis yang berorientasi pada pemenuhan syarat kelulusan menjadi karya ilmiah yang memberikan sumbangan bagi masyarakat dan dunia akademik. Gagasan yang lahir dari kajian santri diharapkan tidak berhenti di lingkungan pesantren, tetapi dapat menjangkau khalayak yang lebih luas melalui publikasi ilmiah, termasuk jurnal akademik.

Dengan demikian, Risalah menjadi ruang pertemuan antara kesinambungan tradisi keilmuan Islam dan perkembangan metodologi akademik modern. Keduanya tidak ditempatkan sebagai dua hal yang bertentangan, tetapi sebagai pendekatan yang dapat saling memperkaya untuk menghasilkan kajian keagamaan yang mendalam, kontekstual, dan bertanggung jawab.

Menghadirkan Pembimbing Akademisi

Untuk mewujudkan integrasi tersebut, MD Nurul Ummah melibatkan pembimbing yang memiliki kompetensi keilmuan dan pengalaman akademik sesuai dengan bidang masing-masing. Kehadiran para alumni yang telah menempuh pendidikan tinggi hingga jenjang doktor menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat kualitas pendampingan Risalah.

Para pembimbing diharapkan dapat mendampingi santri tidak hanya dalam mendalami materi keagamaan, tetapi juga dalam mengembangkan perspektif penelitian, memilih metodologi yang tepat, membangun argumentasi, serta menyajikan hasil kajian sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah. Dengan demikian, penguasaan kitab kuning yang diperoleh melalui pendidikan diniyah dapat diperkaya dengan keterampilan akademik yang mendukung pengembangan penelitian.

Pada tahun ajaran 2026–2027, terdapat lima pembimbing Risalah yang mendampingi santri dalam sejumlah bidang kajian, mulai dari sirah nabawiyah, fikih, akidah dan tasawuf, ilmu alat, hingga tafsir Al-Qur’an dan ilmu hadis. Mereka memiliki latar belakang pendidikan yang relevan serta pengalaman sebagai dosen, peneliti, penulis, dan pendidik.

Berikut profil para pembimbing Risalah MD Nurul Ummah tahun ajaran 2026–2027.

1. Azis Anwar Fachrudin, Ph.D.

Azis Anwar Fachrudin membimbing bidang sirah nabawiyah. Ia merupakan penulis dan peneliti serta alumnus Pondok Pesantren Nurul Ummah tahun 2010.

Riwayat pendidikan formalnya meliputi S-1 Sastra Arab di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, lulus pada 2013; S-2 Center for Religious and Cross-Cultural Studies (CRCS), Universitas Gadjah Mada, lulus pada 2016; serta S-3 School of Historical, Philosophical, and Religious Studies (SHPRS), Arizona State University, lulus pada 2026.

2. Dr. Mukhamad Yazid Afandi

Dr. Mukhamad Yazid Afandi membimbing bidang fikih, usul fikih, dan kaidah fikih. Ia menjabat sebagai Wakil Dekan II Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta serta merupakan alumnus Pondok Pesantren Nurul Ummah tahun 1996.

Ia menyelesaikan pendidikan S-1 Muamalat Jinayat di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 1997, S-2 Muamalat di perguruan tinggi yang sama pada 2001, serta S-3 Ilmu Ekonomi di Universitas Islam Indonesia pada 2020.

3. Azhariansah, M.Pd., M.A.

Azhariansah membimbing bidang akidah, tasawuf, dan akhlak. Ia merupakan penulis, peneliti, dan guru di MA Nurul Ummah serta alumnus Madrasah Diniyah Nurul Ummah tahun 2003.

Pendidikan formalnya meliputi S-1 Sastra Indonesia di Universitas Gadjah Mada, lulus pada 2004; S-2 Manajemen Pendidikan di Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta, lulus pada 2007; serta S-2 Ilmu Sastra di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, lulus pada 2009.

4. Dr. M. Faishal Khoirurrijal

Dr. M. Faishal Khoirurrijal membimbing bidang ilmu alat, khususnya gramatika bahasa Arab. Ia merupakan dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember sekaligus alumnus Pondok Pesantren Nurul Ummah tahun 2017.

Ia menyelesaikan pendidikan S-1 Bahasa dan Sastra Arab di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 2017, S-2 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 2021, dan S-3 Pendidikan Agama Islam di UIN Sunan Ampel Surabaya pada 2026.

5. Dr. Siti Khodijah Nurul Aula, M.Ag.

Dr. Siti Khodijah Nurul Aula membimbing bidang tafsir Al-Qur’an dan ilmu hadis. Ia merupakan dosen Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta serta menyelesaikan pendidikan S-3 Studi Islam di UIN Sunan Kalijaga pada 2023.

Merawat Warisan, Menjawab Tantangan Zaman

Penguatan Risalah melalui keterlibatan para pembimbing yang kompeten merupakan bagian dari ikhtiar MD Nurul Ummah dalam merawat tradisi keilmuan pesantren. Warisan KH. Asyhari Marzuqi ini tidak hanya perlu dipertahankan, tetapi juga dikembangkan agar mampu menjawab tantangan zaman. Pendalaman turats tetap menjadi fondasi, sementara perspektif akademik modern memperkaya metode dan cara santri mengkaji persoalan keagamaan.

Melalui integrasi tersebut, Risalah diharapkan menjadi karya ilmiah yang berakar kuat pada khazanah keislaman klasik sekaligus memiliki relevansi dengan persoalan masyarakat kontemporer. Dengan dukungan pembimbing yang kompeten, MD Nurul Ummah berupaya memastikan bahwa tradisi penulisan Risalah tidak sekadar bertahan dari generasi ke generasi, tetapi terus tumbuh sebagai ruang lahirnya pemikiran yang kritis, mendalam, dan bermanfaat bagi masyarakat.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *