Menghidupkan Warisan Peradaban: Jejak Sejarah Kotagede, Estafet Kepemimpinan Ulama, dan Khidmat Pondok Pesantren Nurul Ummah Yogyakarta

masjid mataram di kotagede

Berbicara tentang Yogyakarta tidak lengkap tanpa menengok kawasan Kotagede. Jauh sebelum menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang tersohor, Kotagede menyimpan lembaran sejarah emas sebagai titik awal lahirnya sebuah imperium besar: Kerajaan Mataram Islam.

Di tanah yang sarat akan napas sejarah dan nilai-nilai luhur inilah Pondok Pesantren Nurul Ummah Kotagede Yogyakarta berdiri. Beralamatkan di Jl. Raden Ronggo No.982, Prenggan, Kec. Kotagede, Kota Yogyakarta, pesantren ini tidak hanya hadir sebagai institusi pendidikan Islam, tetapi juga menjadi bagian dari kesinambungan tradisi keilmuan yang berakar kuat di jantung bumi Mataram.

Dari Hutan Mentaok Menjadi Pusat Peradaban Islam

Sejarah Kotagede bermula pada pertengahan abad ke-16 ketika Sultan Hadiwijaya (Jaka Tingkir) dari Pajang memberikan hadiah tanah berupa Alas Mentaok kepada Ki Ageng Pemanahan atas jasanya. Bersama para pengikutnya, Ki Ageng Pemanahan melakukan babat alas (membuka hutan) hingga wilayah tersebut berubah menjadi kawasan pemukiman yang makmur.

Perkembangan pesat terjadi di bawah keponakan sekaligus penerusnya, Panembahan Senopati (putra Ki Ageng Pemanahan), yang kemudian mendirikan Kerajaan Mataram Islam dan menjadikan Kotagede sebagai ibu kota pertamanya. Dari sinilah syiar Islam mulai disebarkan secara masif ke seluruh tanah Jawa, meninggalkan warisan arsitektur klasik, tata kota yang khas, hingga tradisi masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal.

Akar Pendirian dan Estafet Pengasuh dari Masa ke Masa

Semangat peradaban Islam yang ditanamkan para leluhur Mataram di Kotagede seolah menemukan kesinambungannya pada era modern melalui kehadiran Pondok Pesantren Nurul Ummah. Pesantren ini didirikan pada tanggal 9 Februari 1986 atas prakarsa almarhum KH. Ahmad Marzuqi Romli seorang ulama dan mursyid tarekat asal Giriloyo, Imogiri, Bantul bersama putranya, KH. Asyhari Marzuqi, di atas tanah wakaf yang dikelola melalui Yayasan Pendidikan Bina Putra.

Dalam perjalanannya hingga saat ini, estafet kepemimpinan dan pengasuhan Pondok Pesantren Nurul Ummah dipegang oleh para kiai yang senantiasa istiqomah menjaga manhaj ahlussunnah waljamaah dan kemajuan umat:

  1. Al-Maghfurlah KH. Asyhari Marzuqi (Pengasuh Pertama): Beliau adalah sosok sentral yang membesarkan pesantren ini pada masa-masa awal. Dikenal sebagai ulama yang sangat mencintai ilmu, produktif menulis karya ilmiah, serta memiliki wawasan luas, Kiai Asyhari meletakkan fondasi kuat pengkajian Kitab Kuning dan pembentukan karakter santri.
  2. Al-Maghfurlah KH. Habib Marzuqi: Melanjutkan kepemimpinan dan pengasuhan setelah wafatnya KH. Asyhari Marzuqi, beliau turut merawat keistiqamahan dan perkembangan dinamika pesantren.
  3. KH. Ahmad Zabidi Marzuqi (Pengasuh Saat Ini): Di bawah pengasuhan beliau, Pondok Pesantren Nurul Ummah Kotagede terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi kepesantrenan klasik, membimbing para santri mendalami ilmu agama dengan penuh dedikasi.

Menghidupkan Tradisi Turats di Tanah Bersejarah

Di bawah bimbingan para pengasuh dari masa ke masa, tradisi keilmuan Islam klasik terus dihidupkan melalui pengkajian Kitab Kuning (Turats) secara mendalam (tafaqquh fiddin). Metode pembelajaran khas seperti Sorogan kitab, sorogan Tafsir Al-Qur’an, bandongan, dan klasikal Madrasah Diniyah tetap menjadi pilar utama pembentukan kualitas spiritual dan intelektual santri.

Para santri dibimbing langsung untuk meresapi kedalaman makna kitab-kitab para ulama salaf di tengah lingkungan yang tenang, agamis, dan sarat nuansa kekeluargaan.

Lembaga Pendidikan Komprehensif dan Terintegrasi 

Guna merespons dinamika zaman, Pondok Pesantren Nurul Ummah menaungi empat jenjang pendidikan dan pembinaan yang terintegrasi bagi putra maupun putri, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi: 

  1. Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Ummah
    Sekolah ramah anak yang mengkombinasikan Kurikulum Kementerian Agama, kurikulum pendidikan nasional, dan nilai-nilai khas kepesantrenan.
  2. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Ummah
    Sekolah berbasis asrama setingkat SMP yang berfokus pada pembentukan karakter serta penguatan fondasi keagamaan sejak dini bagi remaja.
  3. Madrasah Aliyah (MA) Nurul Ummah
    Lembaga pendidikan setingkat SMA yang mempersiapkan santri melalui penguatan akidah, akhlak, serta wawasan keislaman yang mendalam.
  4. Madrasah Diniyah Nurul Ummah (Khusus Mahasiswa)
    Wadah pembinaan agama bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta untuk memperdalam ilmu syariat di tengah ekosistem akademik yang religius.

Merajut Masa Depan dengan Akar Budaya dan Agama

Menetap dan belajar di Pondok Pesantren Nurul Ummah Kotagede Yogyakarta memberikan pengalaman batin yang unik. Para santri tidak hanya ditempa ilmu agama dan umum, tetapi juga hidup di tengah saksi bisu sejarah peradaban Islam Nusantara di Kotagede.

Dengan memadukan keteguhan tradisi Turats, bimbingan para pengajar yang istiqamah, serta keterbukaan terhadap kemajuan zaman, Pondok Pesantren Nurul Ummah Kotagede Yogyakarta terus berkomitmen melahirkan generasi unggul, generasi yang cerdas secara intelektual, matang secara spiritual, serta memiliki akar kepribadian yang kuat untuk membangun bangsa.

Ingin mengenal lebih dekat atau bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Nurul Ummah? Kunjungi kami di Jl. Raden Ronggo No.982, Prenggan, Kec. Kotagede, Kota Yogyakarta.


Sumber gambar: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/5267244/6-fakta-menarik-masjid-mataram-kotagede-yang-bersebelahan-dengan-makam-raja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *