Napas Terbakar Setengah Mati

Mata kami setengah mati di waktu subuh
Menggendong ekspektasi dari pena yang akan runtuh
Menghantam pagi dan sore dengan keringat tanpa jejak kaki
Malamnya, kami bertarung melawan titik dan koma
Kami bertarung melawan impian dan fantasi
Impian untuk mengejar seribu langkah kaki
Fantasi untuk mengembalikan napas kami

Dan ketika kalimat itu bersuara
Mata kami bergelantungan tak berdaya
Tak kuasa mengeluarkan tinta dari ujung jari
Tak kuasa menahan napas terbakar menghabisi sisa-sisa malam
Berjuang melepaskan belenggu pagi hari
Berjuang menciptakan kebebasan dari lubuk hati.

Malam ini, kami kembali diam dan bersimpuh
Pulang dari perantauan penuh kebanggaan
Bangga menjadi santri
Bangga menjadi pejuang
Dan pergi menjadi pahlawan
Hingga akhir waktu, kami akan selalu berjuang
Walau tinta tidak menjadi saksi
Walau kertas hanya tinggalkan emosi
Tapi, kami akan selalu ada
Ada untuk bangsa dan negara
Ada untuk Indonesia raya
Berkibar di cakrawala yang penuh pesona.
Hingga tak lagi merasakan luka
Dan kembali penuh bahagia.

Penyair : Alfan Alfian (Pengurus PP Nurul Ummah 2026)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *