Yogyakarta– Usia 40 tahun menjadi tonggak sejarah intelektual bagi Pondok Pesantren Nurul Ummah Yogyakarta. Karena di samping menegaskan posisinya sebagai tempat melestarikan hafalan kitab kuning, Nurul Ummah juga mengambil langkah progresif dengan resmi meluncurkan Jurnal Nurul Ummah pada malam puncak Haflah Akhirissanah, Sabtu (27/6/2026).
Peluncuran publikasi akademik ini merupakan manifestasi dari cita-cita luhur untuk mengabadikan karya pemikiran santri agar diskursus keilmuan pesantren tidak berhenti di ruang-ruang madrasah, melainkan dapat dibaca, diuji, dan menginspirasi peradaban secara luas.
Menjaga Warisan KH. Asyhari Marzuki Melalui Literasi
Hadirnya Jurnal Nurul Ummah dilatarbelakangi oleh semangat untuk menjaga dan mengembangkan karakter pendidikan yang fondasinya telah dibangun oleh almaghfurlah KH. Asyhari Marzuki. Salah satu warisan intelektual terkuat di Nurul Ummah adalah tradisi penulisan risalah, yaitu karya tulis ilmiah berbahasa Arab berbasis kajian kitab turats yang wajib disusun oleh santri kelas akhir Madrasah Diniyah (Madin) sebagai syarat kelulusan.
Untuk memperkuat tradisi tersebut dan menjawab tantangan zaman, Madrasah Diniyah Nurul Ummah bersinergi dengan para alumni merintis Jurnal Nurul Ummah. Jurnal ini berfokus menyoroti relevansi antara khazanah kitab turats dengan berbagai isu kontemporer. Ruang lingkup keilmuannya dirancang sangat komprehensif, meliputi disiplin Aqidah, Tasawuf dan Akhlak, Fiqh, Ushul Fiqh, Kaidah Fiqh, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Ilmu Hadist, Sirah Nabawiyyah, hingga Ilmu Alat.
Dikawal Ketat oleh Profesor dan Doktor
Jurnal ini tidak lahir sebagai formalitas seremonial semata. Menghindari kesan jurnal “internal alakadarnya”, standar akademik Jurnal Nurul Ummah dikawal melalui proses peer-review yang sangat ketat.
Tercatat, dewan redaksi Jurnal Nurul Ummah diisi oleh 21 editor dan 15 reviewer (mitra bestari) yakni diisi oleh alumni Nurul Ummah dengan latar belakang akademisi bergelar Profesor dan Doktor dari berbagai perguruan tinggi. Keterlibatan pakar ini memastikan setiap artikel yang terbit memiliki validitas metodologi dan argumentasi yang kokoh.
5 Risalah Pendobrak di Volume Perdana
Sebagai bentuk apresiasi dan standardisasi kualitas edisi perdana, Jurnal Nurul Ummah langsung memuat lima artikel yang diadaptasi dari Risalah Terbaik santri tahun ajaran 2025/2026. Kelima risalah ini membuktikan kepiawaian santri dalam memadukan pisau bedah linguistik klasik hingga teori filsafat modern untuk memecahkan masalah kekinian mulai dari judi online hingga kekerasan seksual.
Berikut adalah kelima karya santri tersebut:
1. Muhammad Rasyid Ridlo, Mursyid Al-Kamil Tarekat Syattariyah Perspektif Kitab Simṭ Al-Majīd Fī Salāsil Ahl Al-Tawḥīd Karya Syaikh Aḥmad Al-Qusyāsyī: Analisis Hermeneutika Filosofis Hans-Georg Gadamer.
2. Ahmad Syarifudin, Ṭibāq dan Muqābalah pada Syair-Syair Taʿlīm al-Mutaʿallim Ṭarīq al-Taʿallum karya Syekh Burhānuddīn al-Zarnūjī.
3. Muhammad Malik Nadzif, Makna ‘Qimar’ dalam Hadis Nabi dan Relevansinya Terhadap Judi Online: Kajian Hermeneutika Hans-George Gadamer.
4. Rara Nur Izza Aulia, Analisis Kaidah Fiqih terhadap Kekerasan Seksual pada Anak berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2020.
5. Aqilah Izzati, Analisis Historiografi dari Periode Klasik Masa Al-Tabari hingga Masa Modern Orientalisme: Evolusi Narasi Kisah Gharaniq.
Karya-karya santri ini menegaskan bahwa tradisi keilmuan Madrasah Diniyah memiliki kapasitas literasi yang siap berdialektika dengan isu-isu hukum dan sosial terkini.
Akses Terbuka bagi Publik dan Akademisi
Lompatan intelektual santri Madrasah Diniyah ini mematahkan stigma bahwa santri hanya gagap dalam literasi modern. Dr. Jeihan Ali Azhar, S.Si., M.E.I, selaku Chief Editor Jurnal Nurul Ummah, memberikan apresiasi tingginya. “Kelima artikel yang diadaptasi dari risalah santri ini memiliki standar kualitas penulisan dan kedalaman analisis yang setara dengan publikasi di jurnal nasional maupun internasional. Ini menunjukkan secara nyata bahwa kualitas keilmuan santri Madrasah Diniyah Nurul Ummah tidak kalah dengan pondok-pondok besar lainnya dan sangat layak untuk diapresiasi,” tegas Dr. Jeihan.
Bagi masyarakat, alumni, dan sivitas akademika yang ingin membaca serta mengutip kelima risalah tersebut, edisi perdana Jurnal Nurul Ummah kini dapat diakses secara terbuka penuh (Open Access) melalui laman resmi www.mdnu.nurulummah.com/jurnal.
Melalui portal yang sama, redaksi Jurnal Nurul Ummah juga mengundang dan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi para akademisi, alumni, maupun masyarakat umum untuk mengirimkan (submit) naskah artikel ilmiah terbaiknya pada publikasi volume mendatang.
