YOGYAKARTA – Semangat cinta budaya dan kebersamaan mewarnai partisipasi MI Nurul Ummah Prenggan, Kotagede, dalam Karnaval Pelajar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-270 Kota Yogyakarta, Senin (5/10/2026). Mengusung tema “Jogja Istimewa, Budaya Terjaga, Generasi Berkarya”, madrasah ini menghadirkan pawai karnaval budaya yang memadukan identitas khas Yogyakarta dengan nilai-nilai pendidikan Islam.
Tema tersebut selaras dengan semangat peringatan HUT ke-270 Kota Yogyakarta, yakni “Otentik Konkret”, yang menekankan pentingnya memperkuat jati diri serta mewujudkan kebanggaan terhadap kota melalui tindakan nyata. Melalui keikutsertaan ini, MI Nurul Ummah tidak hanya turut memeriahkan hari jadi Kota Yogyakarta, tetapi juga mengajak para murid mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya daerah.
Sebanyak 158 murid dan 19 guru terlibat dalam kegiatan tersebut. Rombongan memulai perjalanan dari MI Nurul Ummah, kemudian melintasi Pasar Kotagede, PKU Muhammadiyah, dan Lapangan Karang, sebelum kembali finis di MI Nurul Ummah. Sepanjang perjalanan, para murid tampil penuh semangat dan percaya diri dalam memperkenalkan identitas madrasah kepada masyarakat.
Kemeriahan karnaval semakin terasa melalui beragam kostum dan atribut yang dikenakan serta dibawa para murid. Mereka mengenakan pakaian gagrak khas Yogyakarta, dilengkapi bendera HUT, gunungan, dan mahkota berbahan kertas. Perpaduan tersebut menghadirkan nuansa budaya lokal sekaligus menjadi ruang bagi murid untuk mengekspresikan kreativitas mereka.
Berbagai persiapan dilakukan selama satu minggu menjelang pelaksanaan karnaval. Menariknya, seluruh kostum dan atribut dipersiapkan secara mandiri oleh guru bersama para murid tanpa melibatkan orang tua maupun masyarakat sekitar. Proses tersebut menjadi bagian dari pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif, kreativitas, dan kerja sama di lingkungan madrasah.
Antusiasme para murid terlihat sepanjang rute pawai. Mereka tampak gembira saat mengenakan kostum, membawa atribut, dan berjalan mengikuti barisan dengan tertib. Sambutan positif masyarakat di sepanjang jalan turut menambah semangat para peserta dalam menampilkan kreativitas dan kebanggaan sebagai bagian dari MI Nurul Ummah.
Pihak madrasah memandang kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial untuk memeriahkan hari jadi kota. Lebih dari itu, karnaval menjadi sarana pendidikan karakter yang memberikan pengalaman langsung kepada murid tentang pentingnya mencintai budaya lokal, menjaga kebersamaan, melatih kedisiplinan, serta menumbuhkan keberanian dan rasa percaya diri.
M. Yusron Ubaidillah, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan harapannya agar Kota Yogyakarta semakin maju dan sejahtera tanpa kehilangan keistimewaan serta nilai-nilai luhur budayanya. Ia juga berharap para murid MI Nurul Ummah tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, mencintai budaya, disiplin, kreatif, dan berprestasi.
Melalui partisipasi dalam Karnaval Pelajar HUT ke-270 Kota Yogyakarta, MI Nurul Ummah Prenggan berupaya menanamkan kesadaran bahwa kecintaan terhadap kota tidak cukup diwujudkan melalui kebanggaan semata, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam menjaga budaya dan membangun masa depan. Dengan semangat “Jogja Istimewa, Budaya Terjaga, Generasi Berkarya”, madrasah berharap para murid kelak mampu menjadi generasi penerus yang berkontribusi positif bagi kemajuan Kota Yogyakarta tanpa melupakan akar budaya dan nilai-nilai keislaman.





