MA Nurul Ummah Yogyakarta Jalani Visitasi Akreditasi, Perkuat Komitmen Peningkatan Mutu Pendidikan

YOGYAKARTA — MA Nurul Ummah Yogyakarta melaksanakan visitasi akreditasi selama dua hari, Senin-Selasa (5-6 Oktober 2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya evaluasi dan peningkatan mutu pendidikan madrasah, meliputi kualitas pembelajaran, kinerja pendidik dan tenaga kependidikan, pengelolaan madrasah, serta pemanfaatan sarana dan prasarana pendidikan.

Selama proses visitasi, tim asesor melakukan telaah dokumen, observasi pembelajaran, peninjauan fasilitas, serta wawancara dengan berbagai unsur madrasah. Sejumlah fasilitas yang ditinjau meliputi ruang kelas, laboratorium komputer, laboratorium IPA terpadu, perpustakaan, ruang bimbingan dan konseling (BK), UKS, serta sarana pendukung pembelajaran lainnya.

Observasi pembelajaran dilaksanakan di kelas XII Sains dan XII Sosial untuk melihat secara langsung proses belajar mengajar, interaksi antara guru dan murid, serta suasana pembelajaran di kelas. Selain itu, sesi wawancara melibatkan kepala madrasah, lima orang guru dari berbagai rumpun ilmu, lima orang murid yang mewakili seluruh jenjang kelas, serta empat orang wali murid.

Kepala MA Nurul Ummah Yogyakarta, Adriek Noor Maftuhie, S.Hum., menyampaikan bahwa proses visitasi berlangsung dengan baik dan lancar. Menurutnya, akreditasi bukan sekadar proses penilaian, melainkan juga momentum refleksi untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

“Alhamdulillah, secara umum proses visitasi akreditasi di MANU berjalan dengan baik dan lancar. Bagi kami, visitasi ini tidak hanya menjadi proses penilaian, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan refleksi dan terus meningkatkan mutu madrasah. Kami juga optimis hasil yang akan diperoleh nantinya dapat mencerminkan usaha dan kerja keras yang telah dilakukan,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa proses dan capaian akreditasi merupakan hasil kerja bersama seluruh keluarga besar MA Nurul Ummah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, murid, yayasan, pesantren, wali murid, komite, hingga seluruh pihak yang turut memberikan dukungan. Ia berharap hasil akreditasi ini menjadi penyemangat untuk terus berkembang dan memberikan layanan pendidikan terbaik bagi murid.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Akreditasi, Azhariansah, M.Pd., M.A., menilai bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah terlaksana secara tertib dan lancar berkat kerja sama seluruh tim. Persiapan dilakukan secara terstruktur, mulai dari penataan dokumen, pemenuhan instrumen, koordinasi antar bidang, hingga kesiapan sarana dan prasarana.

“Meskipun terdapat beberapa tantangan dan kendala, semuanya dapat diatasi melalui koordinasi, komunikasi, dan kerja sama yang solid. Kami optimis hasil akreditasi yang diraih nantinya dapat menjadi cerminan dari ikhtiar dan kerja keras seluruh warga madrasah,” tuturnya.

Pengalaman visitasi juga memberikan pembelajaran bagi para guru. Salah satu perwakilan guru, Basuki Rahmat, S.Si., mengaku sempat merasa gugup ketika mendampingi pemeriksaan dokumen dan mengikuti observasi pembelajaran. Namun, ia memandang proses tersebut sebagai kesempatan untuk memperoleh masukan yang bermanfaat bagi pengembangan kompetensi profesional.

Menurutnya, pemeriksaan dokumen mendorong guru untuk semakin tertib dalam menyusun administrasi pembelajaran. Sementara itu, observasi kelas menjadi kesempatan untuk mengevaluasi strategi mengajar, meningkatkan interaksi dengan murid, dan menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif.

Dari kalangan murid, Muhammad Adib Alchaidar menyampaikan kesan positif setelah mengikuti sesi wawancara dan pembelajaran yang disaksikan langsung oleh tim asesor. Ia mengaku senang mendapatkan pengalaman baru, terutama dalam menyampaikan pendapat secara lebih percaya diri.

“Alhamdulillah, kami merasa senang dan mendapatkan pengalaman baru setelah mengikuti sesi wawancara dan pembelajaran yang disaksikan langsung oleh tim asesor. Awalnya kami merasa sedikit gugup, tetapi setelah mengikuti prosesnya kami menjadi lebih tenang dan nyaman,” ungkapnya.

Adapun hasil penetapan akreditasi MA Nurul Ummah Yogyakarta masih menunggu keputusan resmi dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (BAN-PDM). Madrasah berharap hasil yang diperoleh nantinya dapat mencerminkan ikhtiar bersama dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Melalui kegiatan ini, MA Nurul Ummah Yogyakarta meneguhkan komitmennya untuk menjadikan akreditasi sebagai bagian dari budaya evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Dengan dukungan seluruh warga madrasah dan para pemangku kepentingan, MA Nurul Ummah terus berupaya menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, adaptif, dan berorientasi pada perkembangan murid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *