Siswa MTs Nurul Ummah Yogyakarta Ukir Prestasi di OMI IPS, Siap Melaju ke Tingkat Provinsi

YOGYAKARTA – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh civitas akademika MTs Nurul Ummah Yogyakarta. Salah satu siswanya, Regina Putri Cahya Medina, berhasil mengamankan peringkat 3 dalam ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) bidang mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Capaian tersebut sekaligus memastikan langkah siswi kelas 8D yang akrab disapa Regin ini melaju ke OMI Tingkat Provinsi.

Regin mengaku kaget sekaligus sangat bersyukur saat pengumuman resmi dirilis. Rasa bangga kian bertambah lantaran ia mampu bersaing di barisan teratas bersama peserta lain yang didominasi oleh siswa kelas 9. Keberhasilan ini juga disambut hangat oleh pihak madrasah serta sang guru pembimbing, Azwaliza Nur Aidah, yang mengapresiasi kerja keras anak didiknya.

Ketertarikan Regin pada bidang IPS didasari oleh kecintaannya terhadap materi sejarah dan keterkaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Menurutnya, topik seperti kondisi alam, sumber daya, hingga dinamika sosial kemasyarakatan terasa sangat relevan dengan realitas di sekitarnya.

Dibalik capaian manis ini, terdapat proses persiapan intensif yang berjalan selama kurang lebih 10 hari. Pihak madrasah memfasilitasi pemusatan latihan selama 7 hari menjelang lomba, baik memanfaatkan waktu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) maupun pasca-KBM. Metode pembimbingan berfokus pada drill soal beserta pembahasan, pendampingan latihan, hingga penyusunan strategi dan trik mengelola emosi saat menjawab pertanyaan.

Meski demikian, kompetisi tak lepas dari tantangan. Regin mengungkapkan bahwa tipe soal yang membutuhkan analisis hitungan serta integrasi bahasa Arab tanpa harakat menjadi bagian paling menguras pikiran, terutama karena materi kebahasaan tersebut belum ia dapatkan secara penuh di kelas. Namun, sikap percaya diri dan pola pikir positif menjadi kunci utamanya dalam mengatasi tekanan selama ujian.

Keberhasilan Regin tak lepas dari dukungan penuh berbagai pihak. Selain pendampingan teknis dari guru pembimbing, madrasah memberikan akses literatur perpustakaan serta fasilitas perangkat komputer. Doa dan dorongan moral dari orang tua, jajaran guru, hingga rekan-rekan santri di lingkungan pondok turut memperkuat mental bertandingnya.

Menghadapi ajang OMI Tingkat Provinsi mendatang, tim pembimbing dan Regin mulai memasang strategi baru dengan menambah porsi belajar serta menganalisis soal-soal OMI tahun sebelumnya secara menyeluruh. Target utama yang diusung adalah mampu memberikan penampilan terbaik dan lolos ke OMI Tingkat Nasional.

“Pengalaman adalah guru yang terbaik. Pengalaman yang diberikan madrasah sangat luar biasa, jadi jangan pernah putus asa ketika diberi kesempatan belajar di MTs Nurul Ummah. Tidak melulu tentang lomba dan prestasi, bisa mondok dan bertemu dengan teman-teman di sini adalah salah satu hal paling indah dalam hidup saya,” ungkap Regin penuh rasa syukur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *