YOGYAKARTA – Perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-40 dan Haflah Akhirissanah Pondok Pesantren Nurul Ummah, Kotagede, Yogyakarta pada Sabtu malam (27/6/2026) berlangsung dengan wajah baru yang penuh inovasi. Tidak sekadar menggelar prosesi wisuda bagi 36 santri yang terdiri dari 7 santri TPQ dan 29 santri Madrasah Diniyah Nurul Ummah, melainkan juga menjadi panggung pertunjukan kompetensi akademik santri melalui demonstrasi publik dan peluncuran jurnal ilmiah.
Rangkaian acara yang dipusatkan di halaman pondok ini dibuka dengan penampilan santri TPQ Nurul Ummah yang memperlihatkan penguasaan dasar-dasar bacaan Al-Qur’an. Setelah pembacaan maqro’, acara dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan dan penyerahan syahadah (ijazah) oleh pengasuh.
Demonstrasi Sorogan Ma’a Tafsir
Satu hal yang paling mencuri perhatian publik pada Harlah 4 Dekade ini adalah dihadirkannya sesi demonstrasi secara langsung oleh para wisudawan Madrasah Diniyah Nurul Ummah. Berbeda dengan penyelenggaraan haflah di tahun-tahun sebelumnya yang menjadikan bacaan Al-Quran sebagai penampilan utama untuk wisudah tahfidz, haflah tahun 2026 ini turut menampilkan kemampuan intelektual santri di hadapan publik.
Puncaknya terjadi saat penampilan demonstrasi program unggulan Sorogan Ma’a Tafsir yang dibawakan langsung oleh wisudawan peraih nilai qirtub terbaik. Dengan luwes dan kritis, santri mendemonstrasikan metode tradisional pembacaan kitab kuning yang dibedah secara mendalam menggunakan analisis tafsir. Penampilan ini membuktikan kerekatan sanad keilmuan pesantren yang tetap kritis dan relevan terhadap isu-isu kekinian
Launching Jurnal “Nurul Ummah: Jurnal Studi Islam”
Selain keunggulan lisan melalui sorogan, Nurul Ummah juga menancapkan tonggak sejarah baru dalam bidang literasi tulis dengan meluncurkan Jurnal Ilmiah Nurul Ummah: Jurnal Studi Islam.
Publikasi perdana jurnal ilmiah pesantren ini resmi diisi oleh karya tulis dari lima santri peraih penghargaan Risalah Terbaik Madrasah Diniyah Nurul Ummah. Langkah strategis ini menjadi bukti nyata bahwa santri Nurul Ummah tidak hanya dipersiapkan sebagai pembaca kitab, tetapi juga sebagai penghasil pengetahuan (knowledge producer) yang mampu menuangkan pemikiran keagamaan dalam standar penulisan ilmiah modern.
Malam apresiasi tersebut juga diwarnai dengan penyerahan penghargaan kepada Wisudawan Terbaik Madrasah Diniyah yang diiringi dengan sambutan perwakilan santri yang penuh haru.
Wejangan KH. Ahmad Zabidi Marzuki dan Estafet Kepengurusan
Memasuki penghujung acara, suasana halaman pondok semakin khidmat saat Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ummah, KH. Ahmad Zabidi Marzuki, Lc, memberikan kajian dan mauidhoh hasanah.
Sebagai penutup dari seluruh rangkaian Haflah Akhirissanah 2026, digelar prosesi pengukuhan dan pengangkatan pengurus baru Pondok Pesantren Nurul Ummah. Estafet kepemimpinan ini menjadi simbol regenerasi dan kesiapan pesantren dalam menyongsong dekade kelima pondok untuk mencetak generasi berilmu, beradab, dan berintelektual tinggi di Yogyakarta.
